My First Script, My First Trash

Hi, Saya Aulia Khilmi Rizgi. Seorang pemimpi sejati, berharap dapat mengubah gerak dan kondisi negara ini. Lahir dari ibu yang berdarah asli Indonesia membuat tekad saya untuk menjadi pemuda yang berguna di negara ini semakin besar. Sama seperti orang – orang lain, saya dididik layaknya pelajar seperti biasa. Tapi saya selalu mencoba untuk berbeda, bisa dikatakan semau saya sendiri untuk melakukan hal yang saya inginkan.

Mengenal komputer sejak sekolah dasar membuat saya bangga serta bersyukur telah hidup di jaman modern ini. Seperti anak lainnya, permainan adalah hal yang saya geluti sejak kecil. Playstation, Game online bisa jadi adalah makanan sehari-hari. Hingga pada akhirnya kata “taubat” menjadi cara ampuh untuk menghilangkan kebiasaan buruk bermain. Tapi, taubat mana yang benar benar tidak dilakukan lagi? ketika prinsip sudah kuat mungkin bisa dilakukan, tapi jika yang melakukan anak-anak mungkin akan menjadi hal yang lain lagi..

Game online, atau entah game virtual lainnya adalah permainan yang membosankan. Ratusan game yang saya mainkan, tapi yang sempat selesai masih dalam hitungan jari. Saya tidak pernah sekalipun menyelesaikan sebuah game karena keinginan saya sendiri. Jika pernah pun, itu adalah janji saya yang terpaksa terucapkan karena menyombongkan diri ke orang lain. Haha, selebihnya, tidak pernah sama sekali. Rekor saya bisa bermain suatu game berturut turut adalah 2 minggu, bisa dikatakan saya adalah pemain game amatiran. Tetapi selalu mencoba cara yang berbeda untuk memainkannya, membaca walktrough, melakukan kecurangan(cheat), atau mengunduh hasil permainan orang lain (save game) yang sudah menyelesaikan petualangannya.

Menjelang berakhirnya Sekolah Menengah Pertama saya, semua kebiasaan itu mulai berubah. Dunia komputer semakin saya geluti, pemrograman, blogging, desain digital, animasi, hingga membuat game saya lakukan semua. Mencoba untuk mencari jati diri sebenarnya. Mencari dimana passion saya di bidang teknologi yang sebenarnya sesuai dengan segala aspek yang saya pikirkan. Dan pada akhirnya untuk pertama kalinya saya jatuh hati dengan “Pemrograman”. Menulis bahasa pemrograman yang sama sekali tidak pernah diajarkan di bangku SMP membuat saya tampil keren(keren menurut diri saya sendiri :D). Bagaimana tidak, dapat menghitung luas lingkaran hanya dengan memasukkan jari-jarinya adalah hal yang baru pertama kali saya temukan ketika dibangku SMP.

Perkembangan pemrograman saya bertambah seiring dengan melanjutkan sekolah ke jenjang atas, tepatnya jurusan Rekayasa Perangkat Lunak. Tidak ada hal yang lebih menyenangkan selain menggabungkan dua unsur ilmu atau lebih. Misalkan bagaimana proses terjadinya alam melalui agama dan juga teori fisika. Atau, menghitung momentum sudut yang tepat untuk melempar bola basket dengan energi sekecil mungkin, atau jika kalian iseng bisa saja menghitung sudut tumpuan lutut ketika melangkah agar tidak terpeleset dengan ilmu fisika. Kegiatan yang serupa juga saya lakukan, gabungan pemrograman dan matematika adalah “Best Ever Fusion” menurut saya. Entah mungkin karena pemrograman adalah turunan dari ilmu pasti matematika pada tahun 1900-an. Atau karena saya memang pada dasarnya menyukai keduanya. Tetapi yang pasti adalah ketika kita dapat melakukan hal yang pada dasarnya sering kita lakukan, itu hal yang biasa dan dapat saya katakan membosankan. Cobalah sesering mungkin melakukan suatu hal dari jalan / cara lain. Misalkan jika setiap kali dari Surabaya ke Jakarta saya melewati Jalur Pantura, cobalah setidaknya melewati Jalur Pantusel, atau bisa juga kalian melewati Kalimatan lalu ke Sumatera lalu ke Jakarta, hehe.. Meskipun dengan tujuan yang sama, setidaknya pengalaman melakukannya bertambah daripada melulu dengan cara yang sama.

Pengetahuan dan ketrampilan senantiasa saya asah hingga jatuh hati untuk kedua kalinya di bidang yang berbeda. Ya, robotika memikat setidaknya hampir semua kekaguman saya terhadap teknologi. Pemrograman yang kembali membawa saya untuk menyukai bidang-bidang lain yang akan saya kuasai selanjutnya. Setelah matematika, fisika dan ilmu-ilmu pasti lainnya, sekarang adalah giliran Elektronika menunjukkan peranan pentingnya untuk pemrograman. Menggabungkan pemrograman dan komponen elektronik sebetulnya bukan hal baru, tetapi saya yang baru belajar untuk mendalaminya.

Ilmu robotika membawa aspek lebih dari 2 penggabungan ilmu karena hampir semua ilmu pasti akan berperan dalam cara bekerjanya. Kekaguman itu membawa saya untuk menjadi ilmuwan robotika baru Indonesia, yang kelak akan berkontribusi bersama ilmuwan-ilmuwan lain Indonesia untuk membangun negeri ini. Karena saya berharap dapat memberikan apa yang telah saya miliki agar berguna bagi orang lain.

Semoga sampah ini setidaknya dapat memberikan manfaat untuk menit-menit sibuk kalian (pemuda Indonesia) yang sedang berusaha membenahi tatanan bangsa ini..

Advertisements

One thought on “My First Script, My First Trash

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s